Inspirasi di tengah malam :O
Hanya ingin melepaskan apa yang di dalam hati saja, benar atau salah, saya tidak tahu..
Ketika sedang menunggu sahur.. tiba-tiba saya mendapatkan sebuah ephipany, sebuah inspirasi yang datang tiba-tiba.
Hal itu diawali ketika saya sedang iseng membaca artikel tentang TKW dari wall facebook seorang teman. Artikelnya menarik, menceritakan tentang sisi lain TKW, berbeda dengan yang selama ini diceritakan oleh media. Intinya, masalah yang ditekankan disitu adalah, mengenai kurangnya pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Untuk selengkapnya silahkan baca di linkini http://kabarnet.wordpress.com/2011/07/15/astaghfirullah-tkw-indonesia-ternyata-kayak-begitu/. Saya juga pernah mendengar dari bude saya tentang pengalamannya ketika satu pesawat dengan TKW saat ingin pergi umrah, dan sayangnya memang ternyata keadaan dan perilaku TKW benar begitu :(.
Lalu setelah saya baca artikelnya, saya lanjut membaca komen-komennya. Komen-komennya isinya standar.. intinya menyalahkan pemerintahan Indonesia.
Entah kenapa pas membaca komen-komen itu saya jadi kepikiran…
Kenapa harus menyalahkan pemerintah terus..? Kita sudah tau kan, kalau pemerintah zaman sekarang emang seperti itu.. masih belum benar.. masih kacau.. banyak korupsi dimana-mana.. Orang-orang yang masih idealis dan benar-benar ingin memajukan Indonesia juga masih belum banyak.. Kalau cuma mengandalkan mereka saja juga pasti sulit dan butuh waktu lama..
Memang kita tidak bisa apa-apa selain menunggu? Mengkritik?
Sebenarnya kita bisa :|.
Tiba-tiba, terngiang-ngianglah suatu quote terkenal dari sebuah komik superhero:
“From great power, comes great Responsibility”
Kalau dipikir-pikir, kita mahasiswa, termasuk orang-orang yang beruntung dan diberi kelebihan. Kita bisa mengecap pendidikan hingga perguruan tinggi, di ITB pula. Mahasiswa-mahasiswa ITB yang terkenal pintar-pintar, pemikirannya kritis, dan solutif. Selain itu mendapat pengajaran yang bagus pula. Tidak hanya di ITB deh, mahasiswa di universitas-universitas lain juga, kita semua diberi kelebihan dengan mendapatkan ilmu hingga setinggi ini. Apabila dibandingkan dengan orang-orang yang hidup di daerah pedalaman, bahkan membaca saja belum semuanya bisa, listrik saja masih belum semua mendapatkan :(. Padahal kalau di arab saudi, semiskin-semiskinnya orang disana, semua alat-alat rumah tangganya sudah modern dan menggunakan listrik.
Intinya kita termasuk orang-orang beruntung yang diberi kelebihan. Power.
Kemudian terngiang kata-kata pas zaman PMB, di kaderisasi, osjur, dan himpunan:
“Kemahasiswaan” dan “Pengabdian Masyarakat”
Entah kenapa kedua kata itu belum pernah sejelas sekarang di mata saya :O. Saya tahu, hal itu merupakan keharusan dan mengerti akan sebabnya, tapi masih belum sedalam ini masuk ke hati. Saya saja sebelum ini masih belum kepikiran akan pengabdian masyarakat ketika saya sudah lulus nanti. Yang baru terpikirkan oleh saya setelah lulus adalah mendapatkan karir yang bagus dan sejahtera. Pengabdian masyarakat masih blur.
Kemudian, saya teringat kembali dengan quote canggih di atas, “from great power comes great responsibility”. Kita sudah diberikan kelebihan dari orang lain oleh Tuhan, sebenarnya kita bisa menggunakan kelebihan kita tersebut untuk bergerak, memajukan Indonesia. Kita tidak harus hanya menunggu. Bahkan kalau dari quote tersebut, hal tersebut menjadi responsibility—kewajiban. Tidak hanya mahasiswa saja, seluruh rakyat Indonesia sebenarnya bisa menggunakan kekuatan dan kemampuannya masing-masing untuk bergerak bersama.
Kalau kembali melihat cerita superhero, Spiderman begitu terngiang-ngiang akan petuah kakeknya tersebut. Sehingga ia tidak meng-abuse kekuatan/kelebihan yang dia dapatkan dari laba-laba itu, dan menggunakannya untuk menolong orang banyak, me-nyelamatkan orang-orang dari tindak kriminal. Padahal kalau dipikir-pikir, sebenarnya dia bisa kan membuat dirinya sendiri kaya dengan kekuatan itu, membuat dirinya jadi terkenal dan sebagainya. Apalagi dia miskin, harusnya dia menggunakan kekuatan itu untuk mensejahterakan dirinya dulu, baru menolong orang. Tapi tidak, dia tetap menggunakan kekuatannya itu untuk menolong orang banyak. Udah menolong orang, dihina-hina lagi sama pers, dituduh jahat. Aduh kasian banget.
Begitu juga dengan Batman. Mungkin dia berbeda dengan spiderman, dia tajir, sejahtera, dan makmur. Kenapa dia masih mau memikirkan orang lain? Memikirkan penghuni Gotham? Dia malah repot-repot menolong orang-orang Gotham, dan menggunakan tidak sedikit hartanya, bahkan sampai luka-luka dan mempertaruhkan nyawa melawan kejahatan. Padahalkan dia bisa saja hidup bahagia dan menikmati hartanya. Tetapi tidak. Dan sama seperti spiderman, dia juga sempat dianggap kriminal sama seluruh kota, sama kasiannya lah.
Tapi sifat-sifat tersebutlah yang layak kita tiru sebenarnya. Kita mungkin tidak punya kekuatan super seperti spiderman, atau kaya dan jago bela diri seperti batman, tapi dengan kelebihan yang kita miliki, kita bisa menjadi superhero di negeri kita sendiri J.
Karena itu, tunggu Indonesia! Saat ini saya harus menyelesaikan TA saya dulu >.<.. (Dan kerja.. dan banyak “dan dan” lainnya.. *loh jadinya kapan dong haha :v).
Kalo kata teman saya : “udah urus diri dulu sendiri aja sanah!”
iya iya >.<.